Kamis, 30 Januari 2014

Sholat Tahajud

Assalamualaikum wr. wb.
Haloo pembaca Setia J Pada umumnya seorang ingin yang terbaik untuk dirinya, tapi tidak semua orang dapat seperti anda yang masih sempat mencari ilmu untuk meraih keberhasilan yang pasti :D (tidaaaak)
Coba pahami :
“Orang yang bijaksana adalah orang yang mampu belajar dari setiap peristiwa dan mampu mengambil pelajaran dari padanya”.
Mungkin kita sering mendengarkan kalimat sholat tahajud . Begitu sering, tetapi lebih baik jika kita dapat merealisasikannya dengan menjadikan sholat tahajud sebagai kebiasaan bagi kita(Aamiin). Jika kita sempat bangun untuk sekedar ke kamar mandi/buka hp, cobalah buat menyisihkan sedikit waktu kita untuk Sang Pencipta. InsyaAllah jadi kebiasaan. Saat semua manusia terlelap dalam mimpi-mimpi mereka, kita memohon dan meminta tentang apa yang kita harapkan bukan apa yang kita khawatrikan(Subhanallah).
Berikut tata caranya :
  1. Niatkan untuk sholat Tahajud, diucapkan dalam hati(bukan lisan) dilakukan pada saat takbiratul ihrom.
  2. Melakukan Takbir ( takbirotul ihrom ), sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu.
  3. Membaca surat Al-Fatihah(wajib), kemudian surat pendek.
  4. Ruku'
  5. I'tidal ( membaca tasbih )
  6. dst
 Setelah selesai sholat tahajud ada tips-tips untuk berdoa
1.      Istigfar
2.      Sholawat Nabi
3.      Meminta permohonan dan pengharapan


4.      Do’a keselamatan dunia akhirat
5.      Al-Fatihah
 
            Adapun  waktu yang utama melaksanakan sholat tahajud, yaitu :
1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )
Kadang manusia merasa enggan jika tidak tahu  maksud dari apa yang kita kerjakan, ini nih ada keutamaan didunia, ialah :
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh
semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.

Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :
1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.
“Kita tidak akan kehausan cinta apabila kita dekat dengan Allah SWT”
Semoga bermanfaat!
Wassalamualaikum wr.wrb








Tata Cara Shalat Istikharah

Cara mengerjakannya:
1. Lafaz niat solat:

أُصَلِّى سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ للَّهِ تَعَلَى.
“Sahaja aku solat sunat Istikharah dua rakaat kerana Allah Ta’ala”

2. Rakaat pertama, selepas membaca Al-Fatihah hendaklah membaca surah Al-Kafirun.
3. Rakaat kedua selepas membaca Al-Fatihah bacalah surah Al-Ikhlas
4. Ketika sujud akhir, bacalah doa ini (sebanyak 40 kali):

سُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَا إِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّاكَ أَنْتَ الْعَلِيْمُ اْلْحَكِيْمُ.
“Maha suci Engkau, tiada pengetahuan bagi kami kecuali apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”

5. Selepas salam, bacalah doa berikut:

undefined
undefined


1) Istikharah dilakukan setelah kita memutuskan salah satu dari pilihan2 kita. Yaitu memantapkan pilihan yang sudah kita pilih. Dengan istikharah tsb, kita minta kpd Allah agar diberikan kemudahan apabila pilihan kita tadi baik, dan diberi hambatan apabila buruk. Setelah istikharah selesai, maka kita lakukan urusan yang sudah kita pilih tadi, dengan keyakinan bahwa bila baik maka Allah akan mempermudah, namun jika buruk, maka Allah akan mempersulit.
Dalam memilih tadi, Islam sudah memebuat dasar pemilihan yang jelas, yaitu halal-mubah-makruh-haram. Namun, jika kita masih ragu dan belum memutuskan, maka diperbolehkan istikharah agar dicondongkan kepada pilihan yang baik.
2) Istikharah dilakukan pada perkara mubah. Bukan perkara yg sudah jelas hukumnya (haram-halal)
3) Diperbolehkan menggabungkan shalat istikharah dgn shalat sunnah lainnya. Contoh meniatkan shalat istikharah bersamaan dgn shalat rawatib, setelah itu doa istikharah setelah salam
4)Istikharah boleh dilakukan berulang-ulang. Dalam shahih Muslim, Ibnu Zubair mengatakan “Aku melakukan istikhoroh pada Rabbku sebanyak tiga kali, kemudian aku pun bertekad menjalankan urusanku tersebut.”
5) Do’a istikharah dibaca di akhir shalat, bukan di dalam shalat.
6) Melihat dalam mimpi mengenai jawaban istikharah itu TIDAK ada dalilnya sama sekali.
Jawaban istikharah di dapat melalui tanda-tanda nyata, yang paling utama adalah kemantapan hati dan kemudahan2 yg didatangkan Allah dalam menjalankan pilihan tsb.

undefine
undefined



undefined
undefined
Jadi kesimpulannya, tata cara istikharah adalah sebagai berikut.
  1. Pilihlah satu pilihan diantara beberapa pilihan yang membuat ragu
  2. Shalat dua istikharah dua rakaat, atau boleh digabung dengan shalat sunnah lain.
  3. Baca doa istikharah
  4. Jalankan pilihan tadi, jika baik maka akan datang kemudahan dari Allah, jika buruk maka akan dipersulit oleh Allah.
Questions and answers :
Jika hatinya masih ragu-ragu atau hatinya belum mantap dalam mengerjakan urusan yang tadinya dia sudah beristikharah untuknya. Apakah dia boleh mengulangi shalat istikharahnya?
Jawab: Boleh berdasarkan beberapa dalil di antaranya:
1.    Istikharah merupakan doa, dan di antara kebiasaan Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam berdoa adalah mengulanginya sebanyak tiga kali.
Hadits ini kami bawakan bukan untuk menunjukkan shalat istikharah diulang sebanyak tiga kali, akan tetapi hanya untuk menunjukkan bolehnya mengulangi doa.
2.    Shalat istikharah adalah shalat yang disyariatkan karena adanya sebab. Karenanya, selama sebab itu masih ada dan belum hilang maka tetap disyariatkan mengerjakan shalat ini.
Inilah yang dipilih oleh sejumlah ulama di antanya: Imam Badruddin Al-Aini dalam Umdah Al-Qari` (7/235), Ali Al-Qari dalam Mirqah Al-Mafatih (3/406), dan Imam Asy-Syaukani dalam Nailul Authar (3/89).

  Apa yang dilakukan setelah istikharah? Jawab: Sebelumnya butuh diingatkan bahwa sebelum melakukan istikharah hendaknya dia mengosongkan hatinya dari kecondongan kepada salah satu urusan dari dua urusan yang dia akan mintai pilihan (tidak berpihak kepada satu pilihan). Akan tetapi hendaknya dia melepaskan diri dari semua pilihan tersebut dan betul-betul pasrah menyerahkan nasibnya dan pilihannya kepada Allah Ta’ala.
Imam Al-Qurthuby berkata, “Para ulama menyatakan: Hendaknya dia mengosongkan hatinya dari semua pikiran (berkenaan dengan urusan yang akan dia hadapi) agar hatinya tidak condong kepada salah satu urusan (sebelum dia istikharah).” (Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur`an: 13/206)
Kemudian, setelah dia melakukan istikharah, maka hendaknya dia memilih untuk mengerjakan apa yang hendak dia lakukan dari urusan yang tadinya dia minta pilihan padanya. Jika urusan itu merupakan kebaikan maka insya Allah Allah akan memudahkannya dan jika itu merupakan kejelekan maka insya Allah Allah akan memalingkannya dari urusan tersebut.
Muhammad bin Ali Az-Zamlakani rahimahullah berkata,
“Jika seseorang sudah shalat istikharah dua rakaat untuk suatu urusan, maka setelah itu hendaknya dia mengerjakan urusan yang dia ingin kerjakan, baik hatinya lapang/tenang dalam mengerjakan urusan itu ataukah tidak, karena pada urusan tersebut terdapat kebaikan walaupun mungkin hatinya tidak tenang dalam mengerjakannya.” Dan beliau juga berkata, “Karena dalam hadits (Jabir) tersebut tidak disebutkan adanya kelapangan/ketenangan jiwa.” (Thabaqat Asy-Syafi’iah Al-Kubra: 9/206) Maksudnya: Dalam hadits Jabir di atas tidak disebutkan bahwa hendaknya dia mengerjakan apa yang hatinya tenang dalam mengerjakannya, wallahu a’lam.
Karenanya, termasuk khurafat adalah apa yang diyakini oleh sebagian orang bahwa: Siapa yang sudah melakukan istikharah maka dia tidak melakukan apa-apa hingga mendapatkan mimpi yang baik atau mimpi yang akan mengarahkannya dan seterusnya. Ini sungguh merupakan perbuatan orang yang jahil tatkala dia menyandarkan urusannya pada sebuah mimpi, wallahul musta’an.

   Bagi yang tidak menghafal doanya, apakah dia bisa membacanya dari sebuah buku?
Jawab: Yang jelas, yang pertama kita katakan: Hendaknya dia berusaha semaksimal mungkin untuk menghafalnya.
Jika dia tidak sanggup, maka Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan kemampuannya. Dalam keadaan seperti ini dia diperbolehkan membaca doa ini dengan melihat kepada kitab atau catatannya. Al-Lajnah Ad-Da`imah menjawab ketika diajukan pertanyaan yang senada dengan di atas, “Jika engkau menghafal doa istikharah atau engkau membacanya dari kitab, maka tidak ada masalah. Hanya saja kamu wajib bersungguh-sungguh dalam berkonsentrasi dan khusyu’ kepada Allah serta jujur dalam berdoa.” (Fatawa Al-Lajnah Ad-Da`imah: 8/161)

Semoga menambah kekhusu'an dalam sholat dan mendapat petunjuk dari Allah SWT.

Waktu yang Tepat untuk Berdoa

Pada intinya dimana dan kapanpun tepat untuk berdo'a, tetapi ada yang lebih pertama dan utama untuk meminta kepada Sang Maha Mulia lagi Maha Pemberi.  Usahakan "Berdo'alah tentang apa 
yang kau harapkan, bukan apa yang kau khawatirkan".


Waktu dan keadaan yang mustajab untuk berdoa:


1.   Malam Lailatul Qadar.

Berdasarkan QS Al-Qadr (97) ayat 3-5. Nah.., mumpung Ramadhan sebentar lagi. Jadi persiapkan diri dan amunisi untuk bisa menjadi orang yang beruntung pada bulan ramadhan dengan mendapatkan malam lailatul Qadar.
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadr [97]: 1-5



2.   Tengah malam atau sepertiga malam.

Ketika kita sholat tahajud dan memamfaatkan malam yang hening itu untuk meminta rejeki, jodoh, dan kemudahan pekerjaan,dll , serta untuk minta ampunan juga, sharing dan berbagi cerita dan pengharapan kepada Zat yang telah melimpahkan banyak nikmat kepada kita semua.
Rasulullah Saw. telah bersabda:
“Apabila tersisa sepertiga dari malam hari Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit bumi dan berfirman, ‘Adakah orang yang berdoa kepada-Ku akan Kukabulkan? Adakah orang yang beristighfar kepada-Ku akan Kuampuni dosa-dosanya? Adakah orang yang mohon rezeki kepada-Ku akan Kuberinya rezeki? Adakah orang yang mohon dibebaskan dari kesulitan yang dialaminya akan Kuatasi kesulitan-kesulitannya?’ Yang demikian (berlaku) sampai tiba waktu fajar (subuh).” (HR Ahmad)



3.   Waktu tertentu pada malam hari.



4.   Setelah Sholat wajib.

 Jadi manfaatkan waktu ini untuk berdoa. Karena nyatanya kita diberi kesempatan untuk dikabiulkannya doa kita minimal lima kali sehari. Jadi rugi seandainya sehabis sholat wajib kita tidak berdoa. 
Abu Umamah menceritakan bahwa Rasulullah Saw. ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Swt. Beliau menjawab:
“Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu.”
(HR Tirmidzi)
 

5.   Antara adzan dan iqomah

Beruntunglah bagi orang yang yang menunggu waktu sholat di mesjid. Tapi kalaupun kita gak dimesjid, ketika mendengar azan kayaknya lebih afdhol untuk menghentikan kebisingan pekerjaan di sekitar dan berdoa sejenak untuk berdoa (Yup.., harus diingat untuk yang satu ini).
Rasulullah Saw. bersabda:
“Doa yang diucapkan antara adzan dan iqamat tidak ditolak (oleh Allah).” (HR Ahmad)



6.   Ketika perang berkecamuk.



7.    Setelah Asyar pada hari jumat.

“Sesungguhnya pada hari Jum’at ada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba Muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya.” Beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut. (HR Bukhari dan Muslim)


8.     Ketika membaca Al-Fatihah di dalam Sholat

Karena pada saat itu, Allah langsung menjawab doa kita, makanya Al_Fatihah yang berisi doa-doa maka Allah langsung menjawabnya. Intinya: perlambat dan perjelaslah ketika baca bacaan sholat terutama Alfatihah ini.



9.    Ketika imam membaca Amin.

Makanya ketika imam membaca amin dan kita juga membaca amin, maka InsyaAllah malaikat ikut mengamini.



10.    Ketika Sujud.
      Rasulullah Saw. bersabda:
“Saat yang paling dekat seorang hamba kepada Tuhannya ialah ketika bersujud, maka perbanyaklah berdoa.” (HR Muslim)
 

11.                Ketika Bangkit dari Rukuk.



12.                Setelah Bershalawat sebelum salam dalam tasyahud akhir.



13.                Hari Arafah.



14.                Ketika hari hujan.

     Makanya orang bilang, ketika hujan maka adarejeki dari langit mestinya kita bersyukur, tidak sekedar bersyukur tetapi juga berdoa pada saat itu. Bukan malah mengumpat. (Ini pelajaran juga untuk penulis)



15.                Ketika mendengar suuara ayam jantan berkokok.
         Karena pada suatu hadits yang diriwayat Bukhori muslim, konon katanya pada saat ayam jantan berkokok maka saat itu ia sedang melihat malaikat. Aka berdoalah yang baik-baik agar diaminkan malaikat juga.



16.                Ketika minum air zam zam

17.                Doa dari seorang saudara muslim kepada saudara muslim lainnya.

18.                Ketika terkena musibah.

19.                Ketika teraniaya.

20.                Doa orang tua kepada anaknya.

21.                Doa musafir dan orang yang berpuasa.
           Ketika kita sedang dalam perjalanan—sudah barang tentu bukan dalam rangka bermaksiat—jangan sampai lupa untuk menggunakan kesempatan ini untuk berdoa kepada Allah Swt. Inilah salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.
Rasulullah Saw. bersabda:
“Tiga macam doa dikabulkan tanpa diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizhalimi, doa kedua orang tua, dan doa seorang musafir (yang berpergian untuk maksud dan tujuan baik).” (HR Ahmad dan Abu Daud)
 
     Mengenai hal ini, dapat kita ketahui dari sebuah hadits, yakni dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash r.a., bahwa dia mendengar Rasulullah Saw. bersabda:
“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pada saat berbuka ada doa yang tidak ditolak.” (HR Ibnu Majah dan Hakim)

     Rasulullah Saw. bersabda:
“Tiga bentuk doa yang dimustajabkan Allah, doa ibu bapak terhadap anak, doa orang yang berpuasa, dan doa orang yang sedang dalam perjalanan.” (HR Baihaqi)

12. Ketika Hati Sedang Lembut
Pada saat iman sedang meningkat, biasanya hati menjadi terasa lembut, serasa dekat dengan Allah Swt., dan penuh kasih sayang kepada sesama. Pada saat seperti ini, hendaknya jangan lupa untuk berdoa kepada Allah Swt. agar lebih mudah dikabulkan.
Rasulullah Saw. bersabda:
“Ambillah kesempatan berdoa ketika hati sedang lemah lembut karena itu adalah rahmat.” (HR Dailami)  

13. Pada saat Hujan
     Rasulullah Saw. telah bersabda:
“Dua doa yang tidak pernah ditolak, doa ketika waktu adzan dan doa ketika waktu hujan.” (HR Hakim)

14.      Ketika Mendengar Ayam Berkokok  Pada saat kita mendengar ada ayam berkokok, segera kita memanjatkan doa kepada Allah Swt. Menurut junjungan kita Nabi Muhammad Saw., pada saat seperti ini ayam yang sedang berkokok tersebut sedang melihat malaikat.
Rasulullah Saw. bersabda:
“Apabila kamu mendengar ayam berkokok, maka mohonlah anugerah-Nya karena ayam itu melihat malaikat.” (HR Bukhari dan Muslim)
“Jika kamu sekalian mendengar suara kokok ayam jantan, maka mohonlah karunia Allah karena sesungguhnya binatang tersebut telah melihat malaikat dan jika kamu sekalian mendengar suara ringkikan keledai, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan setan, karena binatang tersebut telah melihat setan.” (HR Muslim)

 Semoga postingan kali ini bermanfaat dan pembaca semakin giat untuk mengiringi usaha dengan do'a. Aamiin.



Selasa, 28 Januari 2014

KEUTAMAAN MEMBACA SURAT YASIN



Ibnu Katsir meyebutkan didalam tafsirnya bahwa sebagian ulama mengatakan,
”Diantara kekhususan surat ini adalah tidaklah seseorang membaca surat ini dalam keadaan sulit kecuali Allah akan memberikan kemudahan kepadanya. Dan sepertihalnya ketika surat ini dibacakan terhadap orang yang menjelang kematiannya maka akan turun kepadanya rahmat dan keberkahan dan untuk memberikan kemudahan keluarnya ruh dari jasadnya.”
Imam Ahmad mengatakan bahwa telah bercerita kepada kami Abdul Mughirah,
”Telah bercerita kepada kami Shafwan berkata bahwa para syeikh telah mengatakan,”Apabila dibacakan—surat yasin—terhadap orang yang menjelang kematian maka akan diringankan bebannya. (Tafsir al Qur’anil Azhim juz VI hal 562)
Hadits-hadits lain tentang keutamaan surat yasin seperti sabda Rasulullah saw,
”Barangsiapa yang membaca yasin maka Allah akan tuliskan pembacaannya itu sama dengan membaca al qur’an sepuluh kali selain yasin.” Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini gharib yaitu diriwayatkan hanya oleh satu orang saja.
Sabda Rasulullah saw,”Barangsiapa yang membaca yasin pada suatu malam dengan mengharapkan wajah Allah maka dia akan diampuni.” (HR. Malik, Ibnus Sunni dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban) dan hadits dinyatakan lemah oleh Imam al Haitsami.
Tentang keutamaan membaca yasin ini telah diriwayatkan oleh Abu Ya’la dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Siapa yang membaca surat yasin pada suatu malam maka pada pagi harinya ia dalam keadaan diampuni. Siapa yang membaca hamiim yang didalamnya disebutkan ad dukhan maka pada pagi harinya ia dalam keadaan diampuni.” Ibnul Jauzi pun menyatakan bahwa seluruh jalan hadits ini adalah batil yang tidak memiliki dasar. (al Maudhu’at juz I hal 247)

1.   Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Yasin karena Allah Azza wa Jalla, Allah akan mengampuni dosanya dan memberinya pahala seperti membaca Al-Qur’an dua belas kali. Jika surat Yasin dibacakan di dekat orang yang sedang sakit, Allah menurunkan untuknya setiap satu huruf sepuluh malaikat. Para malaikat itu berdiri dan berbaris di depannya, memohonkan ampunan untuknya, menyaksikan saat ruhnya dicabut, mengantarkan jezanahnya, bershalawat untuknya, menyaksikan saat penguburannya. Jika surat ini dibacakan saat sakaratul maut atau menjelang sakaratul maut, maka datanglah padanya malaikat Ridhwan penjaga surga dengan membawa minuman dari surga, kemudian meminumkan padanya saat ia masih berada di ranjangnya, setelah minum ia mati dalam keadaan tidak haus, sehingga ia tidak membutuhkan telaga para nabi sampai masuk ke surga dalam keadaan tidak haus.” (Tafsir Nur Ats-tsaqalayn 4/372).

2.   Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi pekuburan lalu membaca surat Yasin, maka pada hari itu Allah meringankan siksaan mereka, dan bagi yang membacanya mendapat kebaikan sejumlah penghuni kubur di pekuburan itu.” (Tafsir Nur Ats-tsaqalayn 4/373).

Imam Ja’far Ash-Shadiq: “Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati, dan hati 3. Al-Qur’an adalah surat Yasin. Barangsiapa yang membacanya sebelum tidur atau di siang hari sebelum bepergian, maka hari itu sampai sore hari ia tergolong pada orang-orang yang terjaga dan dikaruniai rizki. Barangsiapa yang membaca di malam hari sebelum tidur, Allah mengutus seribu malaikat untuk menjaganya dari keburukan semua setan yang terkutuk dan dari setiap penyakit; jika ia mati pada hari itu, Allah akan memasukkannya ke surga, tiga ribu malaikat hadir untuk memandikannya, memohonkan ampunan untuknya, mengantarkan ke kuburnya sambil memohonkan ampunan untuknya; ketika ia dimasukkan ke liang lahatnya para malaikat itu beribadah kepada Allah di dalam liang lahatnya dan pahalanya dihadiahkan kepadanya, kuburan-nya diluaskan sejauh batas pandang, diamankan dari siksa kubur, dan dipancarkan ke dalam kuburnya cahaya dari langit sampai Allah membangkitkannya dari kuburnya…” (Kitab Tsawabul A’mal, hlm 111)
Fadilah Surat Yasin

Rasulullah Saw telah bersabda, “Bacalah Surat Yassin karena ia mengandungi keberkatan”, yaitu:
1.       Apabila orang lapar membaca Surat Yassin, ia menjadi kenyang.
2.       Jika orang tidak mempunyai pakaian akan mendapat pakaian.
3.       Jika orang belum menikah, segera mendapat jodoh.
4.       Jika dalam ketakutan akan hilang perasaan takut.
5.       Jika terpenjara akan dibebaskan.
6.       Jika musafir membacanya, akan mendapat kesenangan apa yang dilihatnya.
7.       Jika tersesat, sampai ke tempat yang ditujuinya.
8.       Jika dibacakan kepada orang yang telah meninggal dunia, Allah meringankan siksanya.
9.       Jika orang yang dahaga membacanya, hilang rasa hausnya.
10.   Jika dibacakan kepada orang yang sakit, terhindar daripada penyakitnya.

Copyright @ 2013 Doakan Kebaikan.